Rabu, 21 Oktober 2020

Motivasi Saya untuk Menjadi Duta Rumah Belajar

Perkembangan zaman selalu diiringi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Salah satu kekhawatiran kita yaitu kemajuan teknologi sering disalahartikan oleh siswa bahwa kegunaan gawai hanya untuk bermain game online. Sebagai tenaga pendidik, kita dituntut untuk terus berinovasi, memberikan motivasi serta pemahaman kepada siswa dengan tujuan mereka dapat memanfaatkan gawainya untuk belajar. Pemerintah melalui Kemdikbud RI telah menjawab momok ini dengan sebuah inovasi yang sangat membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran yaitu melalui Portal Rumah Belajar. Melalui inovasi ini, siswa diharapkan lebih bersemangat dan tidak jenuh dalam belajar yang tentunya akan berdampak kepada kualitas belajar siswa. Guru juga dapat mengembangkan diri dan potensinya sehingga kualitas guru pun menjadi lebih baik. Saya pun tertarik untuk menjadi bagian dari pergerakan positif ini dan memutuskan untuk mendaftar Diklat PembaTIK.

Tak lama setelah itu, kita dihadapkan dengan pandemi Covid-19 dan menjadi pemutus jarak kita dengan siswa. Kita bisa dengan mudah menyerah dengan keadaan, atau kita bisa bangkit berjuang untuk menghadapinya. Bersama Rumah Belajar, saya memilih untuk terus berjuang dan berproses. Saya bersyukur pada masa pandemi ini masih bisa turut berpartisipasi dan mengembangkan potensi saya walaupun semua dilakukan dari rumah. Teknologi sangat membantu untuk menjalankan semua prosesnya, tetapi juga memberikan tantangan-tantangan baru dan pengalaman baru.

No challenge no change. Saya merasakan perubahan positif saat bergabung dalam ajang bergengsi ini. Kompetisi berbalut rasa kekeluargaan, dengan satu tujuan, yakni menjadi seorang guru yang lebih bermanfaat bagi dunia Pendidikan. Itulah yang menjadi motivasi utama saya untuk Menjadi Duta Rumah Belajar.

Hal lain yang memotivasi saya datang beriringan dengan semakin naiknya tahapan PembaTIK, diantaranya adalah:

1.       Ajang apresiasi diri

Rasa syukur yang sangat besar bagi saya, sehingga dari 1100 peserta yang mengikuti PembaTIK Level 1 Provinsi Jambi Tahun 2020 hingga mengerucut menjadi 30 peserta di level 4 Berbagi, saya merupakan salah satunya. Hal tersebut merupakan suatu kebanggaan tersendiri dan prestasi yang luar biasa bagi saya.

2.       Membangun social networking

Diklat PembaTIK ini di ikuti oleh 70.000 lebih guru yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan ada yang di Luar Negeri. Di sinilah saya bisa mengenal, berkomunikasi, berbagi pengalaman dan menyerap ilmu dari guru-guru se-Indonesia yang hebat, menginspirasi, dan profesional.

3.       Berkompetisi

Untuk menjadi Duta Rumah Belajar harus mengikuti ujian dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Namun disini, kemenangan bukanlah suatu tujuan utama. Ilmu dan pengalaman tak ternilai tidak akan kita peroleh dari tempat lain. Tetapi dengan berkompetisi, setidaknya kita dapat mengetahui batas kemampuan diri dan mengupgrade kemampuan tersebut agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.

4.       Menjadi inspirasi bagi guru lainnya

Saya ingin menjadi generasi guru yang menginspirasi, berkualitas dan berperan aktif dalam mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis teknologi. Selain itu, saya ingin membuktikan bahwa guru di daerah terpencil juga bisa berprestasi.

Zaman terus berkembang dan memaksa kita untuk dapat menyesuaikan diri dengan keadaan. Prestasi yang besar lahir dari usaha yang besar pula. Jika kita berdiam diri, maka binasalah kita.

Bagi saya, menjadi bagian dari keluarga besar Sahabat Rumah Belajar merupakan suatu kebanggaan tersendiri, apalagi jika saya berkesempatan untuk menjadi Duta Rumah Belajar.

0 komentar:

Posting Komentar

Diharapkan berkomentar yang baik dan sopan