Perkembangan
zaman selalu diiringi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Salah satu
kekhawatiran kita yaitu kemajuan teknologi sering disalahartikan oleh siswa
bahwa kegunaan gawai hanya untuk bermain game online. Sebagai tenaga
pendidik, kita dituntut untuk terus berinovasi, memberikan motivasi serta
pemahaman kepada siswa dengan tujuan mereka dapat memanfaatkan gawainya untuk
belajar. Pemerintah melalui Kemdikbud RI telah menjawab momok ini dengan sebuah
inovasi yang sangat membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran yaitu melalui
Portal Rumah Belajar. Melalui inovasi ini, siswa diharapkan lebih bersemangat
dan tidak jenuh dalam belajar yang tentunya akan berdampak kepada kualitas
belajar siswa. Guru juga dapat mengembangkan diri dan potensinya sehingga
kualitas guru pun menjadi lebih baik. Saya pun tertarik untuk menjadi bagian dari
pergerakan positif ini dan memutuskan untuk mendaftar Diklat PembaTIK.
Tak lama
setelah itu, kita dihadapkan dengan pandemi Covid-19 dan menjadi pemutus jarak
kita dengan siswa. Kita bisa dengan mudah menyerah dengan keadaan, atau kita
bisa bangkit berjuang untuk menghadapinya. Bersama Rumah Belajar, saya memilih
untuk terus berjuang dan berproses. Saya bersyukur pada masa pandemi ini masih
bisa turut berpartisipasi dan mengembangkan potensi saya walaupun semua
dilakukan dari rumah. Teknologi sangat membantu untuk menjalankan semua
prosesnya, tetapi juga memberikan tantangan-tantangan baru dan pengalaman baru.
No
challenge no change. Saya
merasakan perubahan positif saat bergabung dalam ajang bergengsi ini. Kompetisi
berbalut rasa kekeluargaan, dengan satu tujuan, yakni menjadi seorang guru yang
lebih bermanfaat bagi dunia Pendidikan. Itulah yang menjadi motivasi utama saya
untuk Menjadi Duta Rumah Belajar.
Hal lain
yang memotivasi saya datang beriringan dengan semakin naiknya tahapan PembaTIK,
diantaranya adalah:
1.
Ajang apresiasi
diri
Rasa syukur yang sangat besar bagi saya, sehingga dari 1100 peserta yang mengikuti PembaTIK Level 1 Provinsi Jambi Tahun 2020 hingga mengerucut menjadi 30 peserta di level 4 Berbagi, saya merupakan salah satunya. Hal tersebut merupakan suatu kebanggaan tersendiri dan prestasi yang luar biasa bagi saya.
2.
Membangun
social networking
Diklat PembaTIK ini di
ikuti oleh 70.000 lebih guru yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan ada yang
di Luar Negeri. Di sinilah saya bisa mengenal, berkomunikasi, berbagi
pengalaman dan menyerap ilmu dari guru-guru se-Indonesia yang hebat,
menginspirasi, dan profesional.
3.
Berkompetisi
Untuk menjadi Duta
Rumah Belajar harus mengikuti ujian dan menyelesaikan tugas-tugas yang
diberikan. Namun disini, kemenangan bukanlah suatu tujuan utama. Ilmu dan pengalaman
tak ternilai tidak akan kita peroleh dari tempat lain. Tetapi dengan
berkompetisi, setidaknya kita dapat mengetahui batas kemampuan diri dan mengupgrade
kemampuan tersebut agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.
4.
Menjadi
inspirasi bagi guru lainnya
Saya ingin menjadi
generasi guru yang menginspirasi, berkualitas dan berperan aktif dalam
mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis teknologi. Selain itu, saya ingin
membuktikan bahwa guru di daerah terpencil juga bisa berprestasi.
Zaman terus
berkembang dan memaksa kita untuk dapat menyesuaikan diri dengan keadaan.
Prestasi yang besar lahir dari usaha yang besar pula. Jika kita berdiam diri,
maka binasalah kita.
Bagi saya,
menjadi bagian dari keluarga besar Sahabat Rumah Belajar merupakan suatu
kebanggaan tersendiri, apalagi jika saya berkesempatan untuk menjadi Duta Rumah
Belajar.












0 komentar:
Posting Komentar
Diharapkan berkomentar yang baik dan sopan