Kamis, 22 Oktober 2020
Rabu, 21 Oktober 2020
Motivasi Saya untuk Menjadi Duta Rumah Belajar
Perkembangan
zaman selalu diiringi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Salah satu
kekhawatiran kita yaitu kemajuan teknologi sering disalahartikan oleh siswa
bahwa kegunaan gawai hanya untuk bermain game online. Sebagai tenaga
pendidik, kita dituntut untuk terus berinovasi, memberikan motivasi serta
pemahaman kepada siswa dengan tujuan mereka dapat memanfaatkan gawainya untuk
belajar. Pemerintah melalui Kemdikbud RI telah menjawab momok ini dengan sebuah
inovasi yang sangat membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran yaitu melalui
Portal Rumah Belajar. Melalui inovasi ini, siswa diharapkan lebih bersemangat
dan tidak jenuh dalam belajar yang tentunya akan berdampak kepada kualitas
belajar siswa. Guru juga dapat mengembangkan diri dan potensinya sehingga
kualitas guru pun menjadi lebih baik. Saya pun tertarik untuk menjadi bagian dari
pergerakan positif ini dan memutuskan untuk mendaftar Diklat PembaTIK.
Tak lama
setelah itu, kita dihadapkan dengan pandemi Covid-19 dan menjadi pemutus jarak
kita dengan siswa. Kita bisa dengan mudah menyerah dengan keadaan, atau kita
bisa bangkit berjuang untuk menghadapinya. Bersama Rumah Belajar, saya memilih
untuk terus berjuang dan berproses. Saya bersyukur pada masa pandemi ini masih
bisa turut berpartisipasi dan mengembangkan potensi saya walaupun semua
dilakukan dari rumah. Teknologi sangat membantu untuk menjalankan semua
prosesnya, tetapi juga memberikan tantangan-tantangan baru dan pengalaman baru.
No
challenge no change. Saya
merasakan perubahan positif saat bergabung dalam ajang bergengsi ini. Kompetisi
berbalut rasa kekeluargaan, dengan satu tujuan, yakni menjadi seorang guru yang
lebih bermanfaat bagi dunia Pendidikan. Itulah yang menjadi motivasi utama saya
untuk Menjadi Duta Rumah Belajar.
Hal lain
yang memotivasi saya datang beriringan dengan semakin naiknya tahapan PembaTIK,
diantaranya adalah:
1.
Ajang apresiasi
diri
Rasa syukur yang sangat besar bagi saya, sehingga dari 1100 peserta yang mengikuti PembaTIK Level 1 Provinsi Jambi Tahun 2020 hingga mengerucut menjadi 30 peserta di level 4 Berbagi, saya merupakan salah satunya. Hal tersebut merupakan suatu kebanggaan tersendiri dan prestasi yang luar biasa bagi saya.
2.
Membangun
social networking
Diklat PembaTIK ini di
ikuti oleh 70.000 lebih guru yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan ada yang
di Luar Negeri. Di sinilah saya bisa mengenal, berkomunikasi, berbagi
pengalaman dan menyerap ilmu dari guru-guru se-Indonesia yang hebat,
menginspirasi, dan profesional.
3.
Berkompetisi
Untuk menjadi Duta
Rumah Belajar harus mengikuti ujian dan menyelesaikan tugas-tugas yang
diberikan. Namun disini, kemenangan bukanlah suatu tujuan utama. Ilmu dan pengalaman
tak ternilai tidak akan kita peroleh dari tempat lain. Tetapi dengan
berkompetisi, setidaknya kita dapat mengetahui batas kemampuan diri dan mengupgrade
kemampuan tersebut agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.
4.
Menjadi
inspirasi bagi guru lainnya
Saya ingin menjadi
generasi guru yang menginspirasi, berkualitas dan berperan aktif dalam
mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis teknologi. Selain itu, saya ingin
membuktikan bahwa guru di daerah terpencil juga bisa berprestasi.
Zaman terus
berkembang dan memaksa kita untuk dapat menyesuaikan diri dengan keadaan.
Prestasi yang besar lahir dari usaha yang besar pula. Jika kita berdiam diri,
maka binasalah kita.
Bagi saya,
menjadi bagian dari keluarga besar Sahabat Rumah Belajar merupakan suatu
kebanggaan tersendiri, apalagi jika saya berkesempatan untuk menjadi Duta Rumah
Belajar.
Kiprah Guru di Tengah Tantangan Literasi Digital
Sabtu, 17 Oktober 2020.
Siang
ini saya kembali melaksanakan sosialisasi Portal Rumah Belajar. Berbeda dengan
sosialisasi yang saya laksanakan sebelumnya di SDN 115/VI Bangko, kali ini saya
melaksanakan sosialisasi secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom.
Meskipun sedikit lelah, tapi saya merasa senang dapat berbincang dan berbagi
ilmu dengan guru-guru hebat sekaligus menginspirasi. Tidak terbayangkan bila
teknologi tidak semaju ini, rasanya mustahil saya dapat bertemu dengan rekan-rekan
seperjuangan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Seperti kali ini,
saya berkolaborasi dengan Ibu Herin Herlina dan Ibu Novi Safitri yang merupakan
Sahabat Rumah Belajar Provinsi Jawa Barat. Turut hadir Ibu Sasmiati, SS, M.Pd
yang biasa kami sapa dengan Ibu Sasha yang merupakan Duta Rumah Belajar dari
Kalimantan Timur. Sosialisasi kali ini semakin menarik dengan kehadiran bintang
tamu yakni Bapak Dr. Yunus Abidin, M.Pd. Beliau merupakan Dosen Universitas
Pendidikan Indonesia sekaligus Ahli Pedagogik Multiliterasi. Banyak sekali buku
maupun jurnal yang lahir dari hasil pemikiran beliau. Hebatnya, saya dapat
bertemu dengan beliau dalam satu room. Terbukti
bahwa jarak tak lagi menjadi penghalang bagi kami untuk saling “mencuri” ilmu.
Tema sosialisasi kali ini yaitu Guru SD Melek IT, yang mana objek sasaran sosialisasi ini adalah guru-guru sekolah dasar. Bapak Dr. Yunus Abidin, M.Pd pun menyampaikan materi dengan judul Kiprah Guru di Tengah-Tengah Tantangan Literasi Digital. Beliau mengatakan bahwa guru tidak boleh berhenti belajar dan harus mampu berinovasi. Dengan kemajuan teknologi disertai kemudahan dalam mengakses internet, bukan tidak mungkin bila di masa depan peran guru akan digantikan oleh robot. Menurut saya, materi yang disampaikan oleh beliau mampu “menampar” kami selaku guru, karena apa yang disampaikan oleh beliau memang benar. Guru sekolah dasar merupakan pembentuk pondasi pola pikir peserta didik. Sayangnya, guru sekolah dasar sering dipandang sebelah mata karena dianggap tidak mampu berinovasi dalam menyampaikan materi ke peserta didik. Untuk itulah guru dituntut dapat mengembangkan kompetensi terutama di bidang teknologi karena dengan merangkul teknologi sebagai media pembelajaran maka minat belajar peserta didik akan terus meningkat. Disisi lain, stigma negatif terhadap guru sekolah dasar tersebut pun dapat dibantah.
Banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan teknologi sebagai teman belajar. Menurut Ibu Herin Herlina, kita bisa menjadi seorang guru sekaligus influencer dengan membuat sebuah video pembelajaran untuk dijadikan sebagai konten. Sedangkan menurut Ibu Novi Safitri, kita dapat memanfaatkan fitur-fitur dalam Portal Rumah Belajar seperti fitur Edugame yang mengkombinasikan kegiatan belajar sambil bermain karena fitur ini sesuai dengan usia peserta didik jenjang sekolah dasar yang merupakan usia praremaja dan cara belajarnya harus menggabungkan konsep belajar sambil bermain. Tapi karena saya mengajar di sekolah terpencil dan tidak memiliki akses internet, saya pun membuat sebuah aplikasi yang materinya bersumber dari Portal Rumah Belajar. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan siswa mengakses fitur Sumber Belajar dan Bank Soal secara offline.
Sosialisasi Inovasi Pembelajaran Bersama Portal Rumah Belajar di SDN 115/VI Bangko VIII
Sabtu, 17 Oktober 2020.
Pagi ini cerah sekali, seolah merestui niat saya untuk melaksanakan sosialiasi Portal Rumah Belajar di SDN 115/VI Bangko VIII. SD yang memiliki siswa sekitar 670 orang yang dididik oleh sekitar 42 orang guru ini merupakan salah satu SD rujukan di Kecamatan Bangko.
Kedatangan saya disambut baik oleh Pak Andri, Kepala Sekolah SDN 115/VI Bangko VIII. Tak disangka, ternyata beliau berasal dari Kabupaten Kerinci, daerah kelahiran saya. Selain menjadi Kepala Sekolah, beliau juga melebarkan sayap menjadi seorang pencipta lagu daerah Kerinci. Suatu kebanggaan bagi saya dapat bertemu beliau dan membahas berbagai topik, terutama tentang Portal Rumah Belajar.
Dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan, kami diharuskan mencuci tangan dan melakukan pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki aula sosialisasi. Itu merupakan salah satu upaya pencegahan virus corona yang dapat mengintai siapa saja. Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Sekolah. Beliau memberikan motivasi kepada guru-guru agar selalu berinovasi dan terus meningkatkan kompetensi terutama dalam bidang TIK, apalagi saat ini kita semua dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia pendidikan.
Pada sosialisasi kali ini, saya memperkenalkan fitur-fitur yang tersedia di Portal Rumah Belajar dan bagaimana cara memanfaatkannya. Sosialisasi berjalan lancar namun terkendala dengan proyektor yang tidak berfungsi dengan baik. Hal itu tidak menyurutkan semangat peserta sosialisasi, bahkan mereka sangat tertarik pada fitur utama Rumah Belajar yaitu Kelas Maya sebagai fasilitas pembelajaran jarak jauh. Di masa pandemi saat ini, tentu fitur ini sangat membantu sekali dalam proses pembelajaran secara daring. Saya pun segera mendaftarkan SDN 115/VI Bangko VIII untuk menjadi sekolah penyelenggara di fitur Kelas Maya namun masih dalam proses untuk di approve oleh pihak Pusdatin. Melihat semangat guru-guru untuk tetap mengajar di masa pandemi dan dituntut pula untuk “belajar” teknologi, saya pun membuka diri untuk dapat memfasilitasi guru-guru tersebut apabila ada yang memerlukan penjelasan lebih mendalam terkait Portal Rumah Belajar. Semoga sosialisasi ini dapat menambah wawasan bagi peserta yang merupakan guru-guru hebat dan tangguh.
Kolaborasi Sahabat Rumah Belajar Milenial
Rabu, 14 Oktober 2020
Sosialisasi Portal Rumah Belajar masih terus dilaksanakan, sekalipun di tengah pandemi Covid-19. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan melaksanakan sosialisasi secara daring. Dengan memanfaatkan aplikasi Zoom, saya dan rekan-rekan Sahabat Rumah Belajar dari Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Provinsi Riau pun berkolaborasi untuk membagikan ilmu-ilmu baru serta pengalaman berselancar di Portal Rumah Belajar. Adapun tema sosialisasi kali ini yaitu “Membuat Video Kreatif Secara Online dan Pemanfaatan Fitur Rumah Belajar”.
SRB Provinsi Jawa Timur yaitu Bapak Didin Handoko, S.Pd, berperan sebagai moderator. Saya dan SRB Provinsi Riau, Ibu Ratu Maharani Kharty Kea, S.Pd memberikan materi terkait pemanfaatan fitur Rumah Belajar, sedangkan SRB Provinsi Sulawesi Tenggara, Bapak Nardis, M.Pd memberikan materi tentang cara membuat video kreatif secara online.
Bagi saya dan rekan-rekan Sahabat Rumah Belajar, tentu sudah mengenal baik tentang bagaimana cara memanfaatkan fitur rumah belajar secara maksimal. Namun diluar sana, masih terdapat guru-guru yang belum mengenal dan tidak tahu cara memanfaatkan fitur rumah belajar. Untuk itulah materi ini selalu saya sampaikan pada setiap kesempatan dalam sosialisasi, karena bagaimana bisa sayang apabila kenal pun tidak. Saya berharap dengan penjelasan yang lebih intens, maka guru-guru banyak yang tertarik mengakses Portal Rumah Belajar, sekaligus meng-upgrade wawasan dan kompetensi bahwa belajar tidak hanya melalui buku atau dikelas (secara konvensional), namun juga dapat dilakukan secara maya. Materi lain yang tidak kalah seru yaitu cara membuat video kreatif. Untuk membuat video, ada banyak sekali aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu. Aplikasi ini dapat diakses secara online maupun offline. Tentu saja terdapat kelebihan dan kekurangan pada masing-masing aplikasi, namun itu semua dapat diatasi apabila kita rajin mengeksplore aplikasi yang sekiranya dapat menutupi kekurangan dari aplikasi lainnya.
Dalam kesempatan kali ini, turut hadir DRB Provinsi Sulawesi Tenggara, DRB Provinsi Jambi dan DRB Provinsi Jawa Timur. Tak lupa mereka memberikan wejangan serta support kepada kami agar selalu semangat dan tidak jenuh untuk memperkenalkan Portal Rumah Belajar, meskipun terkadang masih canggung untuk memberikan wawasan baru yang terasa asing di tengah masyarakat, atau bahkan respon yang diterima tidak selalu seperti yang diharapkan. Itu semua adalah tantangan yang harus dihadapi, karena hidup pasti tidak pernah datar. Hidup ini adalah tentang proses, sedangkan hasil yang diharapkan adalah bonusnya.
Senin, 12 Oktober 2020
Sosialisasi Inovasi Pembelajaran Bersama Portal Rumah Belajar
Pada hari Kamis, 08 Oktober 2020, saya kembali menginjakkan kaki di SD Islam Mutiara Al-Madani Kota Sungai Penuh, setelah dua tahun lamanya tidak lagi mengajar di sekolah ini dikarenakan saya mengemban amanah baru di SDN 304/VI Batang Kibul IV Kabupaten Merangin. SD Islam Mutiara Al-Madani ini merupakan salah satu sekolah Islam favorit di Kota Sungai Penuh dengan jumlah siswa yang lumayan banyak, yaitu sekitar 500 orang siswa, sedangkan guru dan tenaga pendidiknya berjumlah sekitar 32 orang. Kedatangan saya bukan hanya untuk mensosialisasikan Portal Rumah Belajar, namun juga mengajak guru-guru di SD Islam Mutiara Al-Madani untuk bergabung dalam PembaTIK pada tahun depan. Rasanya sangat disayangkan bila belum ada Sahabat Rumah Belajar yang berasal dari Kota Sungai Penuh.
Kedatangan saya disambut begitu hangat dan meriah. Tidak hanya dihadiri oleh guru, Pembina dan Pengawas Yayasan Mutiara Al-Madani yang juga merupakan Dosen di IAIN Kerinci secara khusus hadir dan ikut bergabung bersama majelis guru untuk mengikuti sosialisasi Pemanfaatan Rumah Belajar. Mereka membuat spanduk untuk menyambut kedatangan saya. Ruangan terbuka yang telah di dekor sedemikian rupa agar memenuhi protokol Kesehatan, menambah rasa haru saya betapa mereka pun rindu terhadap kehadiran saya.
Acara tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan di iringi dengan Do'a agar acara sosialisasi ini berjalan lancar dan sukses. Sosialisasi kali ini bertema Pemanfaatan Portal Rumah Belajar di era 4.0. Saya mengawali materi dengan berbagi pengalaman, lalu memperkenalkan berbagai fitur utama dan fitur pendukung Rumah Belajar, di lanjutkan dengan penjelasan bagaimana cara memanfaatkan Portal Rumah Belajar dalam pembelajaran. Sesi tanya jawab juga dilakukan untuk memaksimalkan materi yang masih kurang dipahami. Rasa gugup yang melanda saya seketika sirna demi menyaksikan semua peserta sosialisasi sangat antusias dalam mengikuti semua rangkaian kegiatan tersebut.
Acara diakhiri dengan ramah tamah dan sesi foto Bersama. Semua guru termasuk Pembina dan Pengawas Yayasan Mutiara Al-Madani telah mendaftarkan diri di Portal Rumah Belajar dan akan segera memanfaatkan Portal Rumah Belajar dalam proses pembelajaran di SDI Mutiara Al-Madani Kota Sungai Penuh.
Belajar di mana saja, kapan saja dengan siapa saja.
Merdeka belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia

























