Sabtu, 17 Oktober 2020.
Siang
ini saya kembali melaksanakan sosialisasi Portal Rumah Belajar. Berbeda dengan
sosialisasi yang saya laksanakan sebelumnya di SDN 115/VI Bangko, kali ini saya
melaksanakan sosialisasi secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom.
Meskipun sedikit lelah, tapi saya merasa senang dapat berbincang dan berbagi
ilmu dengan guru-guru hebat sekaligus menginspirasi. Tidak terbayangkan bila
teknologi tidak semaju ini, rasanya mustahil saya dapat bertemu dengan rekan-rekan
seperjuangan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Seperti kali ini,
saya berkolaborasi dengan Ibu Herin Herlina dan Ibu Novi Safitri yang merupakan
Sahabat Rumah Belajar Provinsi Jawa Barat. Turut hadir Ibu Sasmiati, SS, M.Pd
yang biasa kami sapa dengan Ibu Sasha yang merupakan Duta Rumah Belajar dari
Kalimantan Timur. Sosialisasi kali ini semakin menarik dengan kehadiran bintang
tamu yakni Bapak Dr. Yunus Abidin, M.Pd. Beliau merupakan Dosen Universitas
Pendidikan Indonesia sekaligus Ahli Pedagogik Multiliterasi. Banyak sekali buku
maupun jurnal yang lahir dari hasil pemikiran beliau. Hebatnya, saya dapat
bertemu dengan beliau dalam satu room. Terbukti
bahwa jarak tak lagi menjadi penghalang bagi kami untuk saling “mencuri” ilmu.
Tema sosialisasi kali ini yaitu Guru SD Melek IT, yang mana objek sasaran sosialisasi ini adalah guru-guru sekolah dasar. Bapak Dr. Yunus Abidin, M.Pd pun menyampaikan materi dengan judul Kiprah Guru di Tengah-Tengah Tantangan Literasi Digital. Beliau mengatakan bahwa guru tidak boleh berhenti belajar dan harus mampu berinovasi. Dengan kemajuan teknologi disertai kemudahan dalam mengakses internet, bukan tidak mungkin bila di masa depan peran guru akan digantikan oleh robot. Menurut saya, materi yang disampaikan oleh beliau mampu “menampar” kami selaku guru, karena apa yang disampaikan oleh beliau memang benar. Guru sekolah dasar merupakan pembentuk pondasi pola pikir peserta didik. Sayangnya, guru sekolah dasar sering dipandang sebelah mata karena dianggap tidak mampu berinovasi dalam menyampaikan materi ke peserta didik. Untuk itulah guru dituntut dapat mengembangkan kompetensi terutama di bidang teknologi karena dengan merangkul teknologi sebagai media pembelajaran maka minat belajar peserta didik akan terus meningkat. Disisi lain, stigma negatif terhadap guru sekolah dasar tersebut pun dapat dibantah.
Banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan teknologi sebagai teman belajar. Menurut Ibu Herin Herlina, kita bisa menjadi seorang guru sekaligus influencer dengan membuat sebuah video pembelajaran untuk dijadikan sebagai konten. Sedangkan menurut Ibu Novi Safitri, kita dapat memanfaatkan fitur-fitur dalam Portal Rumah Belajar seperti fitur Edugame yang mengkombinasikan kegiatan belajar sambil bermain karena fitur ini sesuai dengan usia peserta didik jenjang sekolah dasar yang merupakan usia praremaja dan cara belajarnya harus menggabungkan konsep belajar sambil bermain. Tapi karena saya mengajar di sekolah terpencil dan tidak memiliki akses internet, saya pun membuat sebuah aplikasi yang materinya bersumber dari Portal Rumah Belajar. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan siswa mengakses fitur Sumber Belajar dan Bank Soal secara offline.















0 komentar:
Posting Komentar
Diharapkan berkomentar yang baik dan sopan